Skip navigation

Selain seorang fakir bandwith, saya juga termasuk fakir pulsa :)

Kemarin malam, ada satu pesan di hape yang menuntut respon ASAP. Sebagai pengguna IM3, dengan sisa pulsa Rp 113, saya merasa percaya diri untuk membalas pesan singkat tersebut (masih bisa ngirim satu SMS, euy..). Setelah mengetikkan beberapa kalimat lalu mengeditnya sehingga pas 160 karakter ;) , saya menekan tombol SEND di hape. Pesan tersebut kemudian pindah ke folder Outbox untuk selanjutnya dikirimkan secara otomatis. Setelah beberapa lama ditunggu, pesan tersebut masih nongkrong di Outbox dengan bandelnya. Saya tekan tombol SEND lagi untuk “memaksa” melakukan pengiriman secara manual, masih ngeyel juga, ngga mau pindah ke folder SENT. What’s up?

Keesokan harinya, melalui seorang “teman” yang mempunyai saudara yang bekerja di Indosat, saya baru mengetahui kalau tarif SMS (normal) IM3 prabayar sekarang sudah bukan Rp 100 lagi, tetapi naik menjadi Rp 125. Pantesan..

Mungkin bagi Anda yang surplus pulsa, kenaikan Rp 25 ini tidak masalah. Tapi bagi kami, kaum fakir bandwith, yang dulunya dengan berbekal pulsa Rp 500 bisa ngirim 5 SMS dan sekarang cuma bisa ngirim 4 SMS, ini menjadi masalah (ya ngga besar-besar amat sih..).

Sejak kapan tarif SMS (normal) IM3 naik 25%? Kok saya belum pernah dengar? Belum pernah liat pemberitahuan dari Indosat di media manapun? Apa karena saya jarang nonton TV dan (lebih jarang lagi) baca koran? (Khusnuzhon mode: ON – Mungkin karena update berita tentang dunia luar yang saya terima hanya mengandalkan dari RSS feed, sehingga tidak ada iklan nyasar, he..he..he..)
Apa alasan kenaikan tarif ini? Karena krisis ekonomi global? Atau ada alasan lain? Kenapa ngga ikutan turun kayak harga BBM ya? :D

Ngecek ke situsnya Indosat, ternyata memang benar. Tarif baru tersebut berlaku mulai 17 Februari 2009.
Hmmmmm, saatnya untuk mulai menata ulang policy per-SMS-an saya..

Salah satu milis yang saya ikuti adalah Cryptography Group. Barusan ada sebuah message baru di milis itu yang berisi permohonan (atau tantangan?) untuk melakukan decipher terhadap suatu pesan.

Untuk menghindari kesalahan penerjemahan, saya cantumkan pesan aslinya di posting ini.

This message was originally written in pigpen in 1911 to a lady about to marry someone other that the guy that wrote this coded message. No one — including the lady was able to figure out what it said. It is line for line how it was written on the postcard. Two letters on the second line before the “c” were unreadable and one letter after the xd on the same line also. Capitals were put in by word.

Ocqqm.hikkd.
Odva.—c.xd-.
Rag.
Lipcapk.odmc
Tdu.wlc,satc.sat
Hikkiktdu.dniwc
Woc.bank.c.fdy.
Deuwc.qiqc.ylis.
Qdyc.is.aqzatw.
Unyc.aps.ufau,is.
Zoti.qdyc.tdu.aps,
Sddp,lndg.tdun.
Svcc.wocans.
Lnyph.szah

Ada dua hal yang menarik bagi saya dari pesan ini. Yang pertama adalah tidak terbacanya (hilangnya) 3 huruf dari pesan yang dikodekan tersebut. Hal ini akan sedikit menyulitkan proses dekripsinya.

Yang kedua adalah kata pigpen. Apakah saya harus menerjemahkannya sebagai “kandang babi”? Sepertinya bukan ya.. :D

Di wikipedia, pigpen bisa berarti kandang babi, nama karakter di sebuah comicstrip, nama seorang pendiri grup band, nama sebuah metode penyandian, dan sebuah tempat di Munich.
Kayaknya, yang paling nyambung adalah Pigpen Cipher, yang merupakan metode penyandian yang dulunya digunakan oleh kelompok Freemason (jadi pengen nonton National Treasure lagi, hehe..). Ternyata saya pernah belajar metode ini saat Pramuka di SD dulu :)

Oiya, satu lagi. Itu pesan rahasianya masih belum jelas bahasanya. Siapa tau bukan bahasa Inggris kan? Jadi tambah sulit nih..

Setelah “dibenahi”, pesan yang dikodekan itu adalah:

ocqqm.hikkd.
odva.—c.xd-.
rag.
lipcapk.odmc
tdu.wlc,satc.sat
hikkiktdu.dniwc
woc.bank.c.fdy.
deuwc.qiqc.ylis.
qdyc.is.aqzatw.
unyc.aps.ufau,is.
zoti.qdyc.tdu.aps,
sddp,lndg.tdun.
svcc.wocans.
lnyph.szah

Saya belum mencoba memecahkannya secara serius, baru sebatas “melihat sepintas lalu” :)
Ada yang bisa melakukan decipher terhadap pesan diatas? Mungkin Anda?

Selama ini, saya terbiasa memakai Mozilla Firefox sebagai browser utama. Opera dan Safari juga terinstal di laptop, tapi jarang digunakan. Alasan utamanya, tentu saja karena banyaknya extension yang bisa diinstal di Firefox. Dari memblokir script yang tidak diinginkan (extension NoScript) sampai meng-costumize tampilan Google (extension GooglePreview, CostumizeGoogle dan Better Gmail). Dan masih ada puluhan ekstensi lain yang saya gunakan di Firefox.

Kemarin saya menyempatkan diri untuk blogwalking, dan menemukan sedikit ulasan tentang 4 browser di salah satu blog yang saya kunjungi (sori, lupa URL-nya. Pokoke pake bahasa Inggris). Disitu dibahas tentang Firefox, Opera, Safari dan Flock. Karena 3 yang lain udah pernah saya pake, jadinya penasaran sama yang terakhir.

Tadi malam download Flock 2.0.3, trus ditinggal tidur, he..he..he.. (maklum, pake dial-up gratisan). Installer-nya berukuran 12 MB, jadi bisa kebayang kan berapa jam download-nya dengan kecepatan 124 Kbps :-)

Siang ini, dan sampai sekarang (tadi sore sempat break 3 jam), saya masih betah mengeksplorasi Flock. Mungkin karena menggunakan engine Firefox, jadi saya merasa lumayan familiar dengan Flock ini. Ulasannya menyusul ya..

Flock's Getting Started Page

Udah hampir 1/2 jam berjuang untuk login ke Gmail, error mulu. Yang ada, malah error page kayak gini:

Google Error Page

Emang Gmail lagi trouble ya?

Ternyata nama Natawijaya ada lumayan banyak di internet. Tadi iseng ngetik natawijaya di Facebook dan Friendster. Hasilnya:

Ada 67 Natawijaya di Facebook.

Dan, 1 Natawijaya di Friendster…

Jebul, Natawijaya itu nama yang udah umum ya, he..he..he.. Kalau dicari pake search engine, mungkin bakal nemu lebih banyak lagi ya.

Buat para Natawijaya, salam kenal. Dan mohon maaf, saya sudah mendului mengambil nama ini di WordPress. Peace…

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.